|
Banjarmasin terletak di sisi timur aliran Barito dan wilayahnya dibelah oleh Sungai Martapura. Oleh masyarakat, kota ini mendapat julukan 'Kota Sungai'. Julukan ini sesuai sebab kehidupan masyarakat kota memang tak lepas dari sungai.
Sungai selain menjadi jalur transportasi penting, juga merupakan area pemanfaatan untuk pariwisata, budidaya perikanan, dan perdangan. Salah satu daya tarik terkenal dari Banjarmasin adalah Pasar Apung, tempat di masa lalu masyarakat berdagang secara barter. Pasar Apung yang sekarang adalah pasar sekaligus atraksi wisata. Berdagang secara barter sudah lama ditinggalkan.
Banjarmasin tergolong kota penting di Pulau Kalimantan. Sebelum pulau tersebut secara administratif terbagi menjadi empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, Banjarmasin adalah ibu kotanya.
Sekarang, Banjarmasin merupakan ibu kota dari Provinsi Kalimantan Selatan. Luas areanya hanya 72 kilometer persegi dengan total penduduk sekitar 575.000 jiwa.
Banjarmasin beriklim tropis dengan suhu berkisar antara 25°C-38°C. Dalam setahun curah hujannya antara 1.600-3.500 milimeter. Waktu terbaik untuk melakukan kunjungan ke Banjarmasin adalah Juli-September, sebab saat itu belum musim hujan dan wisatawan bisa lebih maksimal mengeksplorasi wilayah Banjarmasin.
Di kota ini juga terdapat Pelabuhan Trisakti yang melayani ekspor berbagai komoditas lokal seperti karet, lada, batu bara, dan emas. Selain itu, pelabuhan ini berfungsi sebagai pelabuhan kapal penumpang yang mengangkut pengunjung dari wilayah lain di Indonesia.
Kota Banjarmasin sarat dengan nuansa Islam, ini terlihat dari sejumlah landmark kota. Salah satunya Masjid Sabilal Muhtadin yang berlokasi dekat Sungai Martapura. Masjid yang satu ini selesai dibangun pada 1979 dan memiliki kapasitas ribuan jamaah.
Dari fisik dan suasana kotanya, Banjarmasin kerap disandingkan dengan beberapa kota lain seperti Atlantan, Frankfurt, Pattaya, Stockholm, dan Makassar.
|