Kota Batam masih bagian dari Provinsi Kepulauan Riau. Provinsi ini merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari Provinsi Riau. Selain Kota Batam, daerah-daerah lain yang juga menjadi bagian dari provinsi muda tersebut adalah Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Lingga.
Kota Batam terletak di sebuah pulau yang bernama sama. Meskipun ukurannya kecil, hanya sekitar 1.040 Km² atau 1,5 kali luas Singapura, pulau ini termasuk sebagai salah satu pulau sibuk. Ratusan pabrik multinasional, pusat perbelanjaan, serta pusat industri dan ekonomi lainnya aktif setiap hari.
Bahasa yang digunakan di Kota Batam adalah Bahasa Indonesia, namun Bahasa Melayu yang asalnya digunakan oleh masyarakat di Riau juga kerap digunakan oleh penduduk lokal. Mengingat populasi etnis Tionghoa di kota ini tidak sedikit maka bahasa mayoritas ketiga yang digunakan adalah Hokkien (Fujian), Teochew, dan Mandarin.
Kota Batam beriklim tropis dengan suhu rata-rata 26°C-34°C. Wisatawan yang ingin berkunjung ke kota ini sebaiknya turut melengkapi diri dengan topi atau payung saat akan berjalan-jalan menelusuri kota. Jika ingin yang lebih ringkas, ulaskan saja krim tabir surya agar kulit tidak terbakar teriknya mentari.
Lokasinya yang dekat dengan Singapura dan Johor menjadikan Kota Batam sebagai zona ekonomi khusus untuk mengguji ide dan kebijakan ekonomi baru. Selain menjamurnya pabrik-pabrik elektronik, kota ini juga menjadi lokasi industri perbaikan kapal-kapal besar dan industri minyak yang kini kian berkembang.
Tidak sedikit ekspatriat yang menetap dan bekerja di Batam, ini terlihat dari banyak dibangunnya fasilitas-fasilitas hiburan mewah, seperti lapangan golf dan bar, untuk melengkapi kebutuhan mereka.
Lokasinya yang dekat dengan Singapura secara tidak langsung mempengaruhi Batam di sektor otomotif. Singapura memberlakukan usia pemakaian mobil 3-5 tahun, setelah itu wajib dipensiunkan. Batam menjadi salah satu daerah yang 'menampung' mobil-mobil bekas tersebut.
Dibandingkan dengan mobil bekas di daerah lain, mobil limpahan Singapura ini harganya jauh lebih murah! Hanya saja, mobil-mobil tersebut hanya boleh digunakan di Batam dan tidak boleh dibawa ke luar. Plat nomor kendaraannya pun ditandai dengan huruf X agar berbeda dengan yang lain.
Selain sektor industri dan perdagangan, Batam juga memiliki potensi lain di bidang kelautan. Di Kota Batam tepatnya di Pulau Setoko, terdapat pusat pembenihan ikan kerapu yang mampu menghasilkan lebih dari 1 juta benih tiap tahunnya. Sementara itu, di daerah Telaga Punggur terdapat satu pelabuhan perikanan yang dikelola murni oleh swasta.