Kota Jambi merupakan ibu kota Provinsi Jambi, yang posisinya berada tepat di tengah-tengah Pulau Sumatera. Kota ini merupakan salah satu dari 10 daerah kabupaten/kota yang ada dalam Provinsi Jambi.
Provinsi Jambi sendiri terbentuk pada 6 Januari 1948, sehingga sejak saat itu kota ini resmi menjadi ibukota provinsi. Sebelumnya, Kota Jambi pernah menjadi bagian dari dua provinsi lain di Sumatera, yakni Provinsi Sumatera dan Provinsi Sumatera Tengah.
Topografi kota ini cenderung datar dan permukaannya setinggi 60 meter di atas permukaan laut. Kota terbelah oleh aliran Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Panjang keseluruhannya mencapai 1.700 kilometer.
Sungai Batanghari membentang dari Danau Atas dan Danau Bawah di Sumatra Barat sampai ke Selat Berhala di Jambi. Daerah yang terpisah tadi terhubungkan oleh sebuah jembatan bernama Aur Duri.
Secara administratif, Kota Jambi terbagi lagi menjadi 8 kecamatan yaitu Kecamatan Danau Teluk, Jambi Selatan, Jambi Timur, Jelutung, Kota Baru, Pasar Jambi, Pelayangan, dan Telanaipura.
Kota Jambi berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa dan mayoritas berasal dari etnis Melayu Jambi. Suku bangsa lain yang juga hidup di kota ini adalah Aceh, Banjar, Batak, Bugis, Flores, Jawa, Padang, Tionghoa, keturunan Arab, dan keturunan India.
Sementara itu, suku asli yang mendiami daerah Jambi adalah Suku Anak Dalam atau dikenal juga dengan sebutan Anak Rimba. Sampai sekarang tidak bisa dipastikan asal-usul mereka. Hanya ada beberapa teori dan cerita dari mulut ke mulut yang menguak sedikit sejarah Suku Anak Dalam.
Suku Anak Dalam hidup secara nomaden dan menghuni pondok-pondok yang disebut sesudungon. Pondok ini terbuat dari kayu kecil dengan atap daun rumbia. Meskipun kini beberapa telah dilapisi dengan terpal plastik yang mereka peroleh dari hasil menjual buruan mereka.
Masyarakat Suku Anak Dalam berpindah saat ada warga yang menghindar, menghindar dari musuh, atau saat perlu membuka ladang baru.
Kota Jambi tergolong wilayah beriklim tropis, seperti kebanyakan daerah lain di Indonesia. Suhu rata-rata berkisar antara 22,1-23,3 derajat Celsius dengan suhu maksimum antara 30,8-32,6 derajat Celsius.
Hujan cenderung terjadi sepanjang tahun dengan musim penghujan terjadi antara Oktober dan Maret dan rata-rata 20 hari hujan per bulan. Musim kemarau berlangsung antara April dan September.
Dengan suhu seperti itu, Jambi cocok untuk daerah perkebunan dan kehutanan. Salah satu produksi perkebunan yang menjadi primadona di kawasan ini adalah kelapa sawit dan karet. Total luas perkebunannya mencapai satu juta hektare.
Nilai produksi kelapa sawit sebesar 900 ribu ton dan karet mencapai 250 ribu ton per tahun. Selain dua hasil perkebunan tersebut, Jambi juga menjadi penghasil kayu manis. Sementara itu, kekayaan tambang yang berasal dari tempat ini adalah minyak bumi, batubara, gas bumi, dan timah putih.