|
Kota
Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur, dengan status sebagai
kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kepadatan penduduk
kota ini sebesar 8.304 jiwa per Km², dengan total penduduk hampir
mencapai 2,8 juta jiwa. Berdasarkan nama, Surabaya berarti ikan hiu (sura) dan buaya (baya).
Perkembangan
ekonomi di kota ini terbilang pesat, sehingga selain dikenal sebagai
Kota Pahlawan, Surabaya juga menjadi pusat bisnis dan perdagangan di
kawasan timur Pulau Jawa. Bahkan, beberpaa perusahaan besar di Indonesia
berkantor pusat di kota ini.
Secara
geografis, Surabaya berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara dan
timur, Sidoarjo di sebelah selatan, dan Gresik di sebelah barat.
Sementara topografinya cukup beragam, agak berbukit di bagian Lidah dan
Gayungan dengan ketinggian berkisar 25-50 m di atas permukaan laut, dan
sisanya berupa dataran rendah dengan ketinggian 3-6 m di atas permukaan
laut.
Menurut Sensus Penduduk Tahun 2010, Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.765.908 jiwa. Dengan wilayah seluas 333,063 km², maka kepadatan penduduk Kota Surabaya adalah sebesar 8.304 jiwa per km².
Suku
Jawa sebagai penduduk mayoritas di Surabaya, dikenal memiliki karakter
yang lebih keras dibandingkan yang terdapat di Jawa Tengah. Banyak yang
berpendapat karena letaknya yang jauh dari Keraton yang dianggap sebagai
pusat budaya Jawa. Dari sisi religi, Islam merupakan agama yang
mendominasi di kota ini. Tak heran, sebab Surabaya merupakan salah satu
pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Agama lain yang dianut
adalah Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Iklim
Surabaya tergolong panas, dengan suhu harian berkisar antara 22-34°C.
Sehingga wisatawan yang berkunjung ke sini dianjurkan untuk memakai
pakaian yang tidak terlalu tebal dan mudah menyerap keringat. Hujan
biasanya turun sekitar bulan November April.
Surabaya
memiliki beberapa kesenian khas. Diantaranya Ludruk, yakni seni
pertunjukan yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari. Di Jawa
Tengah, pertunjukan semacam ini sering disebut Ketoprak. Ada pula Tari
Remo yang kerap ditampilkan dalam rangka menyambut tamu istimewa. Di
bagian sastra, Surabaya memiliki Kidungan. Pantung berunsur humor dan
kerap dibawakan dengan cara didendangkan.
Ada dua hal yang identik dengan kota Surabaya, yakni Rujak Cingur dan Bonek. Rujak Cingur merupakan makanan khas kota ini dengan bagian hidung sapi sebagai bahan utama. Sedangkan bonek merupakan sebutan bagi pendukung fanatik tim sepakbola Persebaya.
|